PAYAKUMBUH — Panggung demokrasi pelajar mulai bergeliat di MTsN 2 Payakumbuh. Sebanyak 13 siswa mendaftarkan diri sebagai calon Presiden Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), sementara 110 siswa lainnya menyatakan kesiapan untuk bergabung sebagai pengurus OSIM periode mendatang.
Antusiasme tersebut terlihat dalam proses pendaftaran yang berlangsung selama 3–6 Agustus 2026. Tidak sekadar memilih pemimpin organisasi, tahapan ini menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Payakumbuh memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang kepemimpinan, tanggung jawab, serta praktik demokrasi yang jujur dan berintegritas.
Pembina OSIM MTsN 2 Payakumbuh, Engki Ariga, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat siswa untuk mengambil bagian dalam kepengurusan OSIM.
“Untuk calon Presiden OSIM, terdapat 13 orang yang mendaftar. Sedangkan untuk pengurus OSIM mencapai 110 orang,” jelas Engki Ariga.
Setelah melalui proses wawancara dan seleksi, madrasah kemudian menetapkan tiga besar calon Presiden OSIM yang dinilai memenuhi kriteria untuk melanjutkan perjuangan menuju kursi kepemimpinan OSIM.
Ketiga kandidat tersebut akan menjalani sejumlah tahapan demokrasi sebelum sampai pada hari penentuan. Rangkaian tersebut meliputi kampanye terbuka, masa tenang, hingga pemungutan suara yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026.
Menjadi Presiden OSIM MTsN 2 Payakumbuh bukan sekadar persoalan popularitas. Madrasah menetapkan standar yang cukup tinggi dalam proses seleksi untuk memastikan calon yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin.
Engki Ariga menjelaskan, salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah pengalaman minimal satu tahun dalam kepengurusan OSIM. Selain pengalaman organisasi, proses seleksi juga mempertimbangkan latar belakang calon serta unsur keagamaan.
Kriteria tersebut menjadi penting karena Presiden OSIM nantinya tidak hanya menjalankan program organisasi, tetapi juga menjadi salah satu representasi siswa dan figur yang diharapkan mampu memberikan contoh positif di lingkungan madrasah.
“Standar yang kita terapkan cukup tinggi. Selain pengalaman minimal satu tahun dalam kepengurusan OSIM, kita juga melihat latar belakang dan unsur agama dari calon,” terang Engki.
Menurutnya, proses pemilihan ini bukan sekadar kegiatan rutin pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, OSIM diharapkan menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal demokrasi secara langsung.
“Harapannya, ini menjadi wadah bagi siswa dan menjadi langkah nyata untuk belajar berdemokrasi di dunia nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Payakumbuh, H. Yarisman, menyambut baik pelaksanaan pemilihan Presiden dan Pengurus OSIM tersebut. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar dengan mengedepankan nilai kejujuran, keadilan, sportivitas, dan tanggung jawab.
Menurut H. Yarisman, pengalaman mengikuti proses pemilihan OSIM akan menjadi pembelajaran berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar memilih dan dipilih, tetapi juga belajar menghargai perbedaan pilihan, menyampaikan gagasan, berkompetisi secara sehat, serta menerima hasil keputusan bersama.
“Kita berharap pemilihan Presiden dan Pengurus OSIM ini dapat berjalan lancar dan menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang jujur dan adil,” harap H. Yarisman.
Ia juga berpesan agar pengurus yang nantinya terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik, merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan, serta membawa perubahan positif bagi kehidupan siswa di MTsN 2 Payakumbuh.
“Pengurus yang terpilih diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi, membawa perubahan positif, serta menjadi teladan bagi siswa lainnya,” lanjutnya.
Dengan terpilihnya tiga kandidat terbaik, persaingan menuju kursi Presiden OSIM MTsN 2 Payakumbuh kini memasuki tahapan yang semakin menarik. Para kandidat akan diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan visi kepemimpinannya kepada warga madrasah melalui kampanye terbuka.
Setelah masa kampanye berakhir, seluruh kandidat akan memasuki hari tenang sebelum akhirnya siswa menentukan pilihan melalui pemungutan suara pada 24 Agustus 2026.
Momentum tersebut diharapkan menjadi pembelajaran demokrasi yang berkesan bagi seluruh siswa. Sebab, di balik satu suara yang diberikan, terdapat proses belajar tentang kepemimpinan, pilihan, tanggung jawab, kejujuran, dan masa depan organisasi siswa.
Pemilihan Presiden dan Pengurus OSIM MTsN 2 Payakumbuh pun bukan hanya tentang siapa yang akan mendapatkan jabatan, tetapi tentang siapa yang siap mengemban amanah dan membawa OSIM menjadi lebih baik.
(rp_humas)



