Masjid Kampus Hijau Jadi Titik Awal, MTsN 2 Payakumbuh Siapkan Kader Khatib dan Imam

Payakumbuh — Tidak sekadar memahami ilmu agama secara teori, siswa MTsN 2 Payakumbuh mulai dibekali keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan langsung di tengah masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui pembukaan Ekstrakurikuler Khutbah dan Imam yang dilaksanakan di Masjid Kampus Hijau MTsN 2 Payakumbuh, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat kompetensi keagamaan siswa, khususnya kemampuan menjadi khatib dan imam yang tidak hanya memiliki pemahaman materi, tetapi juga siap tampil dan mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Pembina Ekstrakurikuler Khutbah dan Imam, Afrimon Triska, menegaskan bahwa program keagamaan merupakan salah satu ujung tombak pendidikan di madrasah.

“Program agama merupakan ujung tombak madrasah. Karena itu, madrasah mendesain program ini bukan hanya sebagai materi teori, melainkan sebagai persiapan praktis keagamaan yang dapat dipergunakan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Afrimon.

Ia menekankan bahwa istiqamah, disiplin, serta memperbanyak bacaan dan penguasaan materi menjadi kunci penting dalam meningkatkan kemampuan siswa.

Pada pertemuan perdana, peserta mendapatkan materi tentang rukun khutbah Jumat yang disampaikan oleh Surya Nofri Yandi. Materi tersebut menjadi dasar penting bagi siswa sebelum mereka nantinya diarahkan pada praktik khutbah secara bertahap.

Melalui ekstrakurikuler ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami ketentuan dan tata cara khutbah serta menjadi imam, tetapi juga memiliki keberanian, kesiapan mental, dan keterampilan berbicara di hadapan jamaah.

Pembukaan Ekstrakurikuler Khutbah dan Imam menjadi langkah strategis MTsN 2 Payakumbuh dalam menghadirkan pendidikan agama yang aplikatif. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki bekal ilmu, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk mengambil peran dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

(rp_humas)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *