Payakumbuh — Upaya melestarikan adat dan budaya Minangkabau sekaligus membentuk generasi muda yang berakhlak kembali mendapat ruang di lingkungan pendidikan. MTsN 2 Payakumbuh mendapat kesempatan istimewa menjadi bagian dari program “Niniak Mamak Masuk Sekolah”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) bertempat di Musala Kampus Hijau MTsN 2 Payakumbuh. Kegiatan diikuti oleh pengurus OSIM MTsN 2 Payakumbuh yang tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan para tokoh adat.
Program “Niniak Mamak Masuk Sekolah” merupakan salah satu bentuk kolaborasi di Sumatera Barat yang melibatkan pemuka adat Minangkabau, khususnya niniak mamak dan bundo kanduang, untuk hadir langsung ke sekolah-sekolah.

Kepala MTsN 2 Payakumbuh, H. Yarisman, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
” Sekolah dan tokoh adat memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anak kemenakan agar tetap memahami nilai-nilai budaya dan adat yang diwariskan oleh para pendahulu”
Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan tokoh adat menjadi langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur Minangkabau tetap hidup dan dipahami oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan langsung oleh tokoh adat yang memiliki kompetensi di bidangnya. Kepala BKKP Nagari Adat Minangkabau, Yulfian Azrial, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar adat Minangkabau, sementara M. Arif Dt. Bijo Nan Hitam memberikan pemahaman tentang alua pasambahan.
Lebih dari sekadar pembelajaran budaya, program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan akhlak peserta didik. Konsep “anak kemenakan” yang menjadi bagian penting dalam tatanan sosial Minangkabau turut ditekankan agar generasi muda memahami posisi, tanggung jawab, serta etika mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui program Niniak Mamak Masuk Sekolah, MTsN 2 Payakumbuh berharap sinergi antara pendidikan formal dan lembaga adat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya tumbuh sebagai insan yang berilmu, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, serta kecintaan terhadap adat dan budaya Minangkabau sebagai bagian dari jati diri mereka.
(rp_humas)



