Payakumbuh — Tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 2 Payakumbuh periode 2026/2027 menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam debat terbuka yang berlangsung meriah di Lapangan MTsN 2 Payakumbuh, Jumat (21/8/2026). Adu gagasan tersebut menjadi salah satu tahapan penting menuju Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM (Pemilos) yang dirancang menyerupai proses pemilihan umum sesungguhnya.
Debat terbuka ini diikuti oleh tiga pasangan calon yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada warga madrasah. Mereka diberikan kesempatan untuk memaparkan visi, misi, serta gagasan program yang akan diwujudkan selama satu tahun masa kepengurusan mendatang.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala MTsN 2 Payakumbuh, H. Yarisman, Kaur Tata Usaha Ihda Wahyuni, para wakil kepala madrasah, majelis guru, serta seluruh siswa. Kehadiran seluruh warga madrasah membuat suasana debat semakin semarak sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme terhadap proses demokrasi di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, Kepala MTsN 2 Payakumbuh, H. Yarisman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pembina OSIM yang selama ini telah mendampingi dan membersamai kepengurusan OSIM yang masa jabatannya akan berakhir.
“Terima kasih kepada pembina OSIM yang telah membersamai anak-anak OSIM dan menyukseskan berbagai agenda penting madrasah,” ujar H. Yarisman.
Kepada ketiga pasangan calon, ia berpesan agar mampu menampilkan visi dan misi terbaik serta menghadirkan program-program yang inovatif untuk satu tahun ke depan.
“Silakan tampilkan visi dan misi terbaik untuk program satu tahun ke depan. Berikan inovasi dan gagasan yang dapat membawa OSIM menjadi lebih baik,” pesannya.
H. Yarisman juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilos di MTsN 2 Payakumbuh dirancang sedemikian rupa menyerupai pelaksanaan pemilu sebenarnya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pendidikan demokrasi.
Menurutnya, pembelajaran demokrasi tidak hanya diperoleh melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam menentukan pilihan, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan secara sportif.
Untuk mendukung pelaksanaan Pemilos, MTsN 2 Payakumbuh juga telah menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menyukseskan proses pemilihan sekaligus memberikan edukasi demokrasi kepada para siswa.
Setelah arahan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama berupa debat kandidat. Ketiga pasangan calon diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan menjawab berbagai pertanyaan berdasarkan mosi yang telah ditetapkan.
Beberapa mosi yang menjadi bahan perdebatan di antaranya terkait pengembangan kegiatan ekstrakurikuler madrasah dan pengelolaan sampah di lingkungan madrasah. Kedua isu tersebut dinilai relevan dengan kehidupan siswa dan membutuhkan gagasan konkret dari calon pemimpin OSIM.
Melalui debat ini, para siswa tidak hanya melihat kemampuan kandidat dalam berbicara di depan umum, tetapi juga dapat menilai pola pikir, keberanian, kemampuan menyampaikan argumentasi, serta solusi yang ditawarkan masing-masing pasangan calon.
Debat terbuka menjadi momentum penting bagi ketiga pasangan calon untuk meyakinkan pemilih sekaligus menunjukkan kesiapan mereka memimpin OSIM. Sementara bagi seluruh siswa, kegiatan ini menjadi pembelajaran demokrasi yang dikemas secara nyata, edukatif, dan menarik.
Dengan mengusung semangat demokratis, jujur, sportif, dan bertanggung jawab, Pemilos MTsN 2 Payakumbuh diharapkan tidak sekadar menjadi ajang memilih pemimpin OSIM, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter siswa sebagai generasi yang mampu berdemokrasi, menghargai perbedaan, dan berani menyampaikan gagasan untuk kemajuan madrasah.
(rp_humas)




